Just wanna share a song lyric, the tittle is Hiding My heart Away
By Adelle
This is how the story went
I met someone by accident
It blew me away
It blew me away
It was in the darkest of my days
When you took my sorrow and you took my pain
And buried them away, you buried them away
I wish I could lay down beside you
When the day is done
And wake up to your face against the morning sun
But like everything I've ever known
You disappear one day
So I spend my whole life hiding my heart away
Drop me off at the train station
Put a kiss on top of my head
Watch me wave
You watched me wave
Then you went on home to your skyscrapers
Neon lights and waiting papers
That you call home
You call it home
I wish I could lay down beside you
When the day is done
And wake up to your face against the morning sun
But like everything I've ever known
You disappear one day
So I spend my whole life hiding my heart away
I woke up feeling heavy hearted
I'm going back to where I started
The morning rain, the morning rain
Although I wish that you were here
That same old road that brought me here
Is calling me home, It's calling me home
I wish I could lay down beside you
When the day is done
And wake up to your face against the morning sun
But like everything I've ever known
You disappear one day
So I spend my whole life hiding my heart away
And I can spend my whole life hiding my heart away
Thursday, 30 May 2013
Sunday, 5 May 2013
Boleh dibaca...
Fiuhhh... Capek, penat,
gondok! Gatau lah mau bilang gimana lagi. Mungkin "penyesalan selalu
datang di akhir". Ah, tapi itu pernyataan yang terlalu klasik. Terlalu sering
diucapkan, tapi fakta juga.
Gatau kok rasanya baru sekarang
nyadarnya, aku udah terlanjur salah langkah atau salah jalan mungkin. Bukan
deng, salah milih prioritas lebih tepatnya. Ah beda jauh yaa, serah deh mood
lagi berantakan banget ini. Pengeeeeeeeeeen banget rasanya ngluarin semua
unek-unek ini langsung, tapi kok rasanya susaaaaah banget. Sejak yang dikasih
tau bakal nambah mood makin berantakan.
Kalo disuruh milih antara
pelajaran sama kegiatan non pelajaran harusnya milih pelajaran kan yaa. Tapi gatau
kenapa kok aku malah sebaliknya. Disaat udah deket ujian akhir semester,
apalagi semester 2 kayak gini harusnya aku bisa nentuin prioritas mana yang
harus dipenuhin dulu. Dan itu pastinya belajar, sejak nilai2ku sebelumnya *ya
kayak gitu lah*. Tapi tiba2 dan secara sangat mendadak ada tawaran Jumbara
datang menghampriku *apadeh*. Tanpa pikir panjang dan
mungkin karena waktu itu aku masih terlena sama hari2 tanpa tugas,
aku langsung terima aja tawaran itu. Ah, gapapa deh lumayan buat nambah
pengalaman, pikirku.
Awalnya sih masih biasa aja, latiannya
rutin dan lancar. Tapi selang beberapa hari, ibarat orang alay nih, rasanya
kayak dipaksa mikul karung beras berton-ton. Jadwal ulangan mengantri, tugas
bermunculan. Deadline tugas film juga udah mepet banget. Dan lagi, yang
bikin kesel setengah is det adalah kelompokku tu susaaaaah banget ngumpulnya.
Ya emang aku akuin aku salah satu yg susah ngumpul, tapi balik lagi itu karena
kegiatan tadi itu. Nah, giliran semuanya udah ngumpul sekarang ganti masalah
jadi ga “cak cek”. Semacam lelet gitu lah. Udah tau pada sibuk dan jarang
ngumpul, pas udah ngumpul gak langsung take yg scene ini ya, apa yg itu...
Terserah deh pokoknya lebih cepet lebih baik, but in the fact malah ngrekam
ini, ngrekam itu, yakali kalo kita punya waktu luang. Nah disaat kayak gitu,
belum selesai take ini itunya aku udah harus balik lagi ngurusin yg lain. Wasting
time kan jadinya.
Oiya.. yang salah dari aku saat itu
adalah menelantarkan merelakan pelajaran dikesampingkan daripada yang
lain. Abis mau gimana lagi, telat dateng latian diomelin, kenapa gak bisa on
time blablabla. Pernah aku minta ijin buat telat dateng latian, eh nggak deng
pertamanya ditanyain “kamu kok datengnya telat to? Mbok on time.. “
terus aku jawab “eh *** kalo aku
ijin nelat/nggak ikut latian pertama waktu pp boleh ga?”
“kenapa? Mbok yo dateng”
“bukannya gimana2 tp aku kan
Subscribe to:
Posts (Atom)